Sembunyi

Kaki-kaki yang lelah
Mengayun lemah terseret waktu yang kian uzur
Nyanyian-nyanyian hati
Mulai luruh di nurani sang penyair

Bintang malam tanpa sinar
Meredup dalam hebatnya kepekatan

Susah memang mengungkap sbuah makna
Sutra jingga sang penari malam
Terkoyak, lusuh dalam genggaman penggila kata

Hanya sampai disinikah?
Merdunya suara seruling itu
Nada-nada sendu memilu
Di sela bait-bait tanpa kata


Semarang 5 juni 2005

0 comments:

Post a Comment