JamuanMu
Seutas benang telah mengikat,lalu
Nyanyian itu mengiringi sabdamu
Jeda diujung malam
Dengar maklumatMu
Ribuan bintang sungguh dekat saat itu
Di depan mata yang terpejam
Tentang kehalusan
Memikat enggan rasa
Seandainya mulut itu mampu
KalimatMu kan kudebat
Kebisuan akan berubah
Meredam pikir yang beranjak
Kemudian Kau maki Aku
Dengan anugerahMu yang terus mengaliri
Menghujam luruh menembus kalbu
Merutuhkan keangkuhan
Menjadikan terbangun, mendesahkan nada
Ampuni Aku
Semarang, 4 April 2005
0 comments:
