Tentang DIA
Teriak pilu
Oleh Serak pekat berkarat
tali sukma itu telah melayang
Terjepit lorong waktu yang smakin mengerut
Tali rasa tak lagi mau menyatu
Terpupus keangkuhan sebuah hasrat
Meronta, membungkam kesadaran
Termenung dan pandangi lukisan
Kapan lagi..?
Entahlah, dawai gitarku tak mau lagi bergetar
Tak ada lagi irama didalamnya
Mungkin hanya pantas untuk pajangan dari deretan kesan
Kapan lagi…?
Entahlah, bayangmu saja tak mampu kuraih
Apalagi rohmu yang halus, mustahil kupeluk
Bilang saja..!
Apa..?
Bangsat..! Tidaklah, aku tak suka itu
Meski kata rayuku tak mampu lagi merayu
Meski kata hatiku tak mampu lagi menipu
Lalu?
Sembunyi saja merajut mimpi
Sendiri mengkisahkan hari
Sambil menghitung jari
Blora, 4 Pebruari 2005
0 comments:
