MENGAPA

Luka…?
Biar saja ada disini
Dalam tertawaku,
Sejak dulu juga sudah ada

Biar saja nyenyak dalam tidurnya
Toh dulupun sama,
Tiada yang mampu merubahnya,
Mengapa susah-susah melupakan..?

Kalau bisa, pupuk saja biar subur
Mengakar dalam saraf-saraf yang sudah
mati
Hingga tiada lagi tempat untuk tumbuh
Mengapa harus kau pupus..?

Hatiku pun rela,
Jika harus makan buahnya nanti
Toh itu yang kita tunggu-tunggu
Mengapa harus kau ingkari..?

Khrisna, 17 Oktober 2004

0 comments:

Post a Comment